Wednesday , September 30 2020
Home / Indeks Berita / Pandemi Corona Datang, Tapera Terhadang, MBR Jadi Meradang

Pandemi Corona Datang, Tapera Terhadang, MBR Jadi Meradang

Rumah sederhana yang khusus dibangun untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)

KOLOM – UU no 4 tahun 2016 tentang Tapera mengamanatkan bahwa setelah dua tahun diundangkan, diharapkan sudah berjalan. Saat ini UU tersebut sudah empat tahun lebih, dari sejak diundangkan, namun belum ada tanda tanda dijalankan. Memang diawal diundangkan, banyak para pakar dan para pelaku program perumahan pesimis untuk bisa segera berjalan. Ternyata kekhawatiran para pakar maupun para pelaku perumahan terbukti, BP Tapera baru mau mulai jalan terhalang adanya Corona.

Sebetulnya keterlambatan Tapera ini bukan hanya karena Corona, namun sejak awal sudah terjadi kelambatan. Sebagai contoh dalam UU disebutkan paling lambat tiga bulan setelah diundangkan pada 24 Maret 2016, Komite Tapera harus sudah terbentuk, namun faktanya akhir Desember 2016 Pejabat Komite Tapera baru dilantik. Inilah Pejabat Komite Tapera :

BACA JUGA :   BNI Life Bayarkan Klaim Nasabah Meninggal Dunia Sebesar Rp 1 Milyar

  1. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagai Ketua
  2. Menteri Keuangan sebagai Anggota
  3. Menteri Tenaga Kerja sebagai Anggota
  4. Komisioner OJK sebagai Anggota
  5. Unsur Profesional, sebagai Anggota

Selanjutnya setelah Komite Tapera dilantik, paling lambat enam bulan kemudian terbentuk BP Tapera sebagai Pelaksana Tapera. Kembali Pembentukan BP Tapera mengalami keterlambatan. Pejabat BP Tapera baru dilantik tepatnya tanggal 1 April 2019, mengalami keterlambatan tiga tahun. Adapun susunan Pejabat BP Tapera sebagai berikut :

  1. Adi Setianto sebagai Komisioner BP Tapera
  2. Eko Ariantoro sebagai Deputy Komisioner Bidang Pengerahan Dana
  3. Gatut Subadio sebagai Deputy Komisioner Bidang Pemupukan Dana
  4. Ariev Baginda Siregar sebagai Deputy Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana
  5. Nostra Tarigan sebagai Deputy Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi

Melihat pelantikan Komite Tapera mengalami keterlambatan sekitar 6 bulan, kemudian Pelantikan Pejabat BP Tapera mengalami keterlambatan hampir 3 tahun, tidak menutup kemungkinan operasi BP Tapera akan mengalami keterlambatan. Hal ini bisa dimaklumi karena untuk operasinya BP Tapera masih perlu payung hukum seperti PP maupun PMK. Seperti yang disampaikan oleh Komisioner BP Tapera Adi Setianto yang dilansir Detik Finance tanggal 12 Februai 2020, BP Tapera baru akan mulai operasi akhir emester 1 tahun 2020.

BACA JUGA :   Hingga 17 September 2019, KPR FLPP Telah Disalurkan Rp 5,57 Triliun

Ternyata belum sebulan pernyataan Komisioner BP Tapera yang diharapkan Semester 1 tahun 2020, Indonesia dilanda Corona yang dampaknya mengganggu roda perekonomian. Bahkan dalam menghadapi Corona ini Presiden mengeluarkan Kepres, PP bahkan Perpu untuk mengatasi dampak Corona. Saat ini kehidupan MBR sebagai sasaran utama Tapera, betul betul dalam kondisi yang memprihatinkan, terutama MBR yang tidak mempunyai Penghasilan Tetap, hal ini pasti akan mempengaruhi jalannya Operasi Tapera. Para MBR ini ibaratnya untuk memenuhi kehidupan sehari hari saja merasa berat, mungkin untuk berpikir beli rumah pasti ditunda terlebih dahulu.

Melihat program sejuta rumah, dimana sasarannya para MBR, dan dari data yang ada peminatnya mayoritas MBR diluar ASN dan TNI POLRI, dengan adanya Corona ini, kemungkinan peminat untuk memiliki rumah sangat menurun. Peluang memang masih ada terutama untuk MBR yang mempunyai penghasilan tetap, namun dengan adanya Corona ini peminat yang mayoritas swasta pasti menurun.   Apalagi seperti kalangan swasta banyak yang merumahkan karyawannya. Bahkan dari kalangan Ojol yang merupakan sasaran yang menjanjikan, kalangan mereka merasa terpukul dengan adanya Corona ini.

BACA JUGA :   Hingga Oktober, PUPR Klaim Program Satu Juta Rumah Capai 1.002.317 Unit

Memang adanya Perpu no 1/2020, disiapkan stimulus di bidang Perumahan untuk MBR, namun dengan adanya Corona, diperkirakan masih sulit untuk diserap. Walaupun dalam kondisi yang kurang menguntungkan, karena ibarat bayi mau belajar jalan ada musibah, masih ada peluang bagi BP Tapera untuk mengoptimalkan kinerja BP Tapera diantaranya :

  1. Waktu yang ada digunakan saksimal mungkin untuk mendorong Kemenpupr mempersiapkan PP (Peraturan Pemerintah) dan segera diterbitkan sebagai payung hukum pengoperasian BP Tapera.
  2. Dengan keluarnya PP, BP Tapera segera mempersiapkan Permenpupr, mengingat Ketua Komite Tapera adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
  3. Selain Permenpuppr, BP Tapera , mendorong Kemenku mengeluarkan PMK, sebagai acuan untuk pengelolaan Dana BP Tapera
  4. Perlu sinergi dengan PPDPP, untuk menghindari duplikasi sasaran atau target, karena baik BP Tapera dan PPDPP targetnya adalah Rakyat.
  5. Mengingat BP Tapera sudah terbentuk, perlu adanya sosialisasi tentang Tapera, karena di kalangan  masyarakat pada umumnya  belum mengenal apa itu Tapera.

Semoga BP Tapera sudah mempersiapkan jurus jurus tertentu untuk memulai kinerjanya, sehingga walau ada Corona, tidak membuat pengoperasian Tapera terhadang dan MBR tidak meradang.

Penulis : Marsda TNI/Purnawirawan Tumiyo

Check Also

permata bank

PermataBank Dukung Upaya Pemerintah Putus Rantai Penyebaran COVID-19

INFO PERBANKAN – Dalam upaya mendukung pemerintah Indonesia untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 173

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
cover majalah
close-link