Home / Indeks Berita / Pemerintah Perbaiki Rumah dan Bangunan Terdampak Gempa di Sulbar

Pemerintah Perbaiki Rumah dan Bangunan Terdampak Gempa di Sulbar

Salah satu bangunan yang hancur akibat gempa di Sulawesi Barat

UMUM Presiden Joko Widodo menyatakan, untuk gedung-gedung pemerintahan yang rusak dan roboh akan dibangun kembali oleh Pemerintah Pusat setelah dilakukan audit teknis.

“Untuk rumah penduduk yang roboh, Pemerintah Pusat akan ikut membantu, akan didata untuk yang rusak berat akan dapat bantuan sebesar Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, rusak ringan Rp10 juta,” kata Presiden saat meninjau lokasi bencana gempa bumi di Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (19/1/2020).

BACA JUGA :   Kinerja 42 Bank Pelaksana FLPP di Triwulan III Tahun 2020 Dievaluasi

Selain itu, kehadiran Presiden Jokowi ke lokasi bencana gempa di Kabupaten Mamuju adalah untuk memastikan bahwa proses evakuasi, bantuan kepada masyarakat, logistik pengungsi dan tenda pengungsi terkelola dengan baik. Presiden berharap bantuan Pemerintah Pusat dapat membantu pemulihan kegiatan ekonomi dan pemerintahan agar kembali normal. Dalam kunjungannya kali ini, Presiden bersama Menteri Basuki meninjau kantor Gedung Gubernur yang roboh dan lokasi pengungsian di Stadion Manakarra, Mamuju.

Menteri PUPR Basuki menyatakan, bahwa untuk menjamin keamanan, semua bangunan akan diaudit teknis kelayakannya khususnya bangunan pemerintah dan perumahan yang masih berdiri. “Audit bertujuan untuk menentukan masih layak atau tidak bangunan meskipun terlihat kasat mata sekilas masih bagus. Jika masih layak untuk digunakan, maka cukup direnovasi sedikit,” ujarnya.

BACA JUGA :   IIW 2017,Pemerintah Ajak Swasta Berperan Aktif

Hasil audit akan menjadi data untuk program  penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk mempercepat pemulihan ekonomi di Sulbar.

Untuk bergerak cepat melakukan penanganan tanggap darurat Menteri Basuki telah menunjuk Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II, Ditjen Bina Marga Thomas Setiabudi Aden sebagai komandan lapangan penanganan darurat bencana gempa di Sulbar yang akan mengkoordinir balai-balai teknis di lingkungan Kementerian PUPR di provinsi untuk melaksanakan penanganan tanggap darurat.

BACA JUGA :   Program Padat Karya Bedah Rumah Capai 52.5% Senilai Rp 2,46 Triliun

Sebagai upaya penanganan darurat bencana gempa di Sulbar, Kementerian PUPR telah mengerahkan alat berat untuk memulai pembersihan puing-puing bangunan di Kabupaten Mamuju dan Majene yang kondisinya paling parah. Alat berat yang telah dikerahkan berupa 9 excavator, 1 unit backhoe loader, 1 unit dozer, 1 unit tronton, 5 unit dump truck, dan 1 unit mobil crane.

Selain itu, Kementerian PUPR juga mengerahkan sarana dan prasarana air bersih dan sanitasi bagi pengungsi dan masyarakat terdampak, mencakup 6 unit Mobil Tangki Air, 30 unit tangki air, 1 unit mobil toilet, dan 10 unit tenda darurat.

Check Also

Loan Market Gelar Virtual Talkshow, Winners 101: The Secret of Success

PROPERTI – Loan Market Indonesia, sister-company Ray White Indonesia, yang merupakan penggagas agen jasa keuangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 178

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link