Friday , September 25 2020
Home / Breaking News / Permintaan Tetap Tinggi, Hunian Segmen Menengah Bawah Kebal Krisis

Permintaan Tetap Tinggi, Hunian Segmen Menengah Bawah Kebal Krisis

rumah sederhana
rumah sederhana

PROPERTI – Kebutuhan perumahan di Indonesia tiap tahun terus meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah penduduknya. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), per 30 Juni 2020 jumlah penduduk Indonesia mencapai lebih dari 268 juta jiwa.

Besarnya jumlah penduduk ini, ternyata tak diimbangi dengan penyediaan perumahan, hingga gap antara permintaan dan penawaran terus melebar.

BACA JUGA :   Jepang Siap Dukung Infrastruktur Indonesia

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), backlog perumahan per awal 2020 mencapai 7,64 juta unit. Kekurangan terbesar berada di segmen menengah-bawah.

Hal ini menyebabkan pasar perumahan segmen menengah-bawah lebih tahan krisis ekonomi, sekaligus menjawab tetap eksisnya para pemain perumahan menengah-bawah. Bahkan di masa pandemi seperti saat ini.

BACA JUGA :   Siap Digunakan Mudik Lebaran, Tol Di Jawa 965 Km dan Di Sumatera 503 Km

Chief Executive Officer PT Mustika Land, David Sudjana mengakui, dalam keterangan tertulisnya, pada Senin (14/09/2020), jika pasar perumahan segmen menengah-bawah sangat berkembang. Selain pasarnya gemuk, kemampuan daya beli segmen ini menguat.

“Sebagian besar mereka (kelas menengah) adalah tenaga kerja profesional dan kreatif, serta ada ekstra pendapatan selain gaji. Ada bisnis sampingan (bisnis online) dan passive income lainnya, sehingga daya beli relatif lebih baik,” jelas David.

Ia menyatakan pasar rumah menengah sangat menarik karena periode 2020 hingga 2030 (data BPS) akan terjadi bonus demografi di Indonesia, saat kelas menengah rata-rata usia produktif tumbuh sangat besar.

BACA JUGA :   Kartika Residence Hunian Dengan Kemudahan Akses dan Fasilitas

Faktor ini tentunya akan memicu peningkatan pasar segmen properti menengah, khususnya untuk keluarga muda yang belum memiliki rumah (rumah pertama). Target pasar ini memang membeli rumah untuk dihuni, selain juga menjadi investasi.

Saat ini PT Mustika Land tengah menggarap lima proyek hunian kelas menengah bawah yakni Mustika Park Place Bekasi, Mustika Golf Residence, dan Mustika Taman Sari dengan harga yang ditawarkan mulai dari Rp 400 juta hingga Rp 800 jutaan. Lalu, ada proyek hunian Mustika Village Sukamulya Cikarang dan Mustika Village Karawang dengan rentang harga senilai Rp 150 hingga 300 jutaan. (Artha Tidar)

Check Also

Jalan Akses ke Pelabuhan Patimban

Akses Pelabuhan Patimban Sepanjang 8,2 Km Siap Layani Arus Logistik

NASIONAL – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaksanakan pembangunan Jalan Akses ke Pelabuhan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 173

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
cover majalah
close-link