![]()
Propertynbank : Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada penghujung November 2025 meninggalkan kerusakan besar di berbagai wilayah. Selain menelan kerugian material dan mengganggu aktivitas warga, bencana tersebut juga memutus jaringan listrik serta menghambat akses komunikasi di banyak titik terdampak.
Dalam upaya mendukung pemulihan kelistrikan yang dilakukan PLN, PLN Icon Plus bergerak cepat menghadirkan konektivitas darurat melalui perangkat komunikasi satelit. Lebih dari 40 titik kini telah terpasang layanan internet darurat dan jumlahnya akan terus ditambah sesuai kebutuhan di lapangan.
Kehadiran layanan komunikasi sementara ini menjadi elemen vital dalam proses pemulihan. Koneksi tersebut digunakan untuk mendukung perbaikan jaringan listrik, memperlancar koordinasi antarinstansi, serta memberikan akses komunikasi bagi warga, relawan, dan tim tanggap darurat yang masih berada dalam kondisi terbatas.
“Dengan adanya konektivitas ini, kami terus bersinergi lintas sektor untuk mendukung pemulihan di wilayah terdampak agar berjalan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana.
Baca Juga : PLN Icon Plus Kerahkan Tim Percepat Pemulihan
Di lokasi bencana, Direktur Operasi PLN Icon Plus, M. Soffin Hadi, turut terjun langsung memastikan setiap tahapan pemasangan berjalan sesuai rencana pemulihan telekomunikasi.
“Dari penyeberangan darurat sampai perjalanan darat belasan jam kami tempuh untuk memberikan konektivitas ini kepada PLN, masyarakat, dan instansi lainnya. Tidak hanya di sini, namun di lokasi lain juga kami lakukan hal yang sama,” ungkap Soffin dari Desa Kapa, Kabupaten Bireuen, salah satu wilayah yang terdampak parah.
PLN Icon Plus juga mengerahkan tambahan personel dari berbagai daerah untuk mempercepat pemulihan komunikasi di Aceh. Saat ini lebih dari 60 personel telah tiba di lokasi dan jumlah tersebut akan terus bertambah sebagai bentuk dukungan penuh terhadap pemulihan kelistrikan oleh PLN.
Dengan bertahannya konektivitas darurat ini, proses penanganan bencana, pemulihan infrastruktur, hingga distribusi bantuan diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan terkoordinasi.
















