Property & Bank

UUS BTN Resmi Beralih ke BSN, Total Aset Tembus Rp71 Triliun

bsn
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu (tengah) bersama jajaran direksi BTN menjawab pertanyaan wartawan usai RUPSLB

Propertynbank.com – Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memutuskan langkah pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi PT Bank Syariah Nasional (BSN). Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui pengalihan seluruh aset, kewajiban, serta kegiatan operasional UUS BTN kepada BSN.

Penggabungan UUS BTN dengan Bank Victoria Syariah menjadikan BSN tersebut, membuatnya naik kelas sebagai bank umum syariah (BUS) dengan aset terbesar kedua di Tanah Air, menembus angka Rp71 triliun.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa nilai aset UUS BTN telah memenuhi ketentuan pemisahan sebagaimana diatur dalam Pasal 59 POJK 12/2023 sejak akhir 2023. Laporan keuangan audit 2023 menunjukkan UUS BTN menguasai aset Rp54,3 triliun. “Dengan pencapaian tersebut, posisi BTN sebagai bank umum konvensional mengharuskan kami melaksanakan spin-off UUS,” ujar Nixon usai RUPSLB BTN di Menara I BTN, Selasa (18/11).

Nixon mengungkapkan, keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan peluang pertumbuhan industri keuangan syariah yang terus menunjukkan tren positif. Pemisahan dinilai akan memperkuat kontribusi BTN dalam ekosistem perbankan nasional sekaligus memberi manfaat bagi nasabah, industri syariah, dan perekonomian nasional.

Baca Juga : Bank Jakarta Catat Kinerja Positif di Triwulan III 2025, Aset Tembus Rp90,7 Triliun

Lebih lanjut ia juga menyoroti bahwa perkembangan regulasi, seperti POJK 16/2022 yang mendorong transformasi UUS menjadi BUS, menjadi pendorong kuat bagi proses spin-off. Dengan status baru tersebut, sinergi antara BTN sebagai induk dan BSN sebagai entitas syariah akan semakin optimal, baik dari sisi kualitas layanan maupun efektivitas operasional.

Langkah BTN ini sejalan dengan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah (RP3SI) 2023–2027 milik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mendorong konsolidasi, penyusunan pedoman produk, perluasan akses layanan, hingga dukungan ke sektor UMK yang belum terjangkau perbankan.

Sedangkan dari sisi performa, UUS BTN menunjukkan kinerja stabil dalam lima tahun terakhir. Aset tumbuh 16,36% (CAGR 2020–2024), pembiayaan naik 15,04%, dan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 20,12%. Kontribusi aset syariah BTN pun terus mendaki dari 9,14% pada 2020 menjadi 12,90% pada 2024.

Baca Juga : Meningkat 11 %, SMBC Indonesia Catat Pertumbuhan Laba Operasional

Untuk diketahui, UUS BTN kini memiliki jaringan luas yakni 35 Kantor Cabang Syariah, 76 KCPS, serta 589 Kantor Layanan Syariah. Infrastruktur digital yang sebagian besar telah berdiri mandiri dan dukungan SDM terlatih membuat UUS BTN dinilai siap beroperasi secara independen. “Pertumbuhan konsisten ini menjadi bukti bahwa UUS BTN telah siap bertransformasi menjadi BUS sepenuhnya,” tegas Nixon.

Setelah pemisahan disetujui, seluruh aset dan kewajiban UUS BTN akan dipindahkan ke BSN. Penetapan finalnya akan dibahas dalam RUPSLB BSN pada 19 November 2025. Dengan merger tersebut, total aset BSN melonjak menjadi Rp71,3 triliun, menempatkannya sebagai bank syariah terbesar kedua Indonesia.

BTN juga menyiapkan Group Principle Guideline (GPG) sebagai pedoman tata kelola antara induk dan anak usaha. Dokumen ini akan memastikan keselarasan kebijakan, meningkatkan akuntabilitas, efisiensi, serta sinkronisasi strategi bisnis pasca-spin-off.

Strategi BSN

Dalam menghadapi persaingan industri perbankan yang semakin ketat, BSN telah menyiapkan Corporate Plan 2025–2029 yang berfokus pada lima agenda utama yakni, memperkuat pembiayaan syariah berkelanjutan, memperbaiki manajemen risiko guna menekan Non Performing Financing (NPF), mengoptimalkan dana murah melalui inovasi layanan digital, meningkatkan pendapatan berbasis komisi, dan memperluas akses pembiayaan rumah untuk MBR dan generasi muda.

Baca Juga : Pertumbuhan Bisnis Sehat Dorong Kinerja Positif BCA Sepanjang 2025

BTN sebagai induk diproyeksikan tetap memainkan peranan strategis dalam memperkuat pondasi BSN. Sinergi keduanya diharapkan mampu menciptakan keseimbangan pertumbuhan antara lini konvensional dan syariah serta memperkuat positioning BTN sebagai grup perbankan nasional yang inklusif dan berorientasi pada keberlanjutan.

“Dengan keputusan ini, seluruh hak dan kewajiban UUS BTN akan efektif beralih kepada BSN pada tanggal yang akan ditetapkan dalam waktu dekat,” tutup Nixon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Properti

Berita Keuangan & Perbankan