Sunday , 21 July 2019
Home / Indeks Berita / Strategi Hadapi Perubahan Pola Perilaku Pembeli Properti

Strategi Hadapi Perubahan Pola Perilaku Pembeli Properti

Widodo, Praktisi Branding Properti, saat pemaparan tentang produk properti, dimarketing galeri Apartemen Cimanggis City

KOLOM – Selain berfungsi sebagai sarana tempat tinggal, rumah sesungguhnya merupakan kebutuhan dasar manusia yang utama. Banyak cara orang untuk memiliki rumah, bisa dengan cara membeli ataupun menyewa.

Sejalan dengan perkembangan jaman, ada beberapa pilihan hunian yang tersedia yakni rumah tapak dan apartemen. Melambungnya harga tanah menyebabkan harga rumah pun kian mahal. Disisi lain pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, sehingga permintaan hunian ikut terdongkrak naik.

Kondisi ini dicermati seorang praktisi branding properti, Widodo yang mengatakan kondisi ini langsung direspon sebagai peluang, terutama bagi para pengembang properti untuk membangun dan memasarkan produk-produk terbaiknya dengan harapan dapat diterima oleh pasar,” ujar pria yang kerap disapa Dodo.

Disisi lain tambah Dodo, tidak mengherankan jika saat ini jumlah pengembang pun mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Bahkan secara otomatis, bertambah dan bervariasi pula produk yang ditawarkan.

Strategi jitu menjadi satu keharusan dalam menangkap pasar, agar produk properti yang ditawarkan laris manis.

Diakui suami dari Yeni Kusumah Dewi, saat ini sebagian besar pengembang properti menawarkan berbagai macam kemudahan kepada para calon pembeli. Misalnya dengan program diskon, pemberian hadiah, kemudahan cara bayar dan sebagainya, Meski ada keseimbangan antara kebutuhan hunian dan ketersediaan unit, namun kenyataannya tidak seperti yang diharapkan pengembang. Produk properti yang ditawarkan, ternyata tidak selalu terserap dengan cepat.

BACA JUGA :   Menteri PUPR : Beban Kota Metropolitan Harus Dikurangi

Menurut Dodo, kondisi tersebut terjadi karena faktor ekonomi global yang sedang kurang menguntungkan, sehingga banyak pasokan produk properti yang tidak semuanya dengan mudah diterima calon pembeli.

Untuk menyikapi hal ini sudah tentunya dibutuhkan strategi – strategi yang tepat untuk mengatasinya. Solusinya selain menjalankan program-program aktivitas marketing yang sudah sangat umum dilakukan. Tentunya harus jeli melihat tren dan pola perilaku calon pembeli.

Melakukan pemasangan iklan di media cetak, TV, radio, online, pemasangan spanduk, bilboard dan media lainnya, tidak bisa lagi diharapkan mendapatkan respon telpon masuk (call in) atau orang datang (walk in) ke kantor marketing.

Aktivitas-aktivitas tersebut diatas memang perlu tetap dilakukan, namun harus mempertimbangkan segmentasi pasar yang akan dituju. Karena kegiatan ini hanya merupakan awareness untuk lebih memperkuat informasi program promosi yang sedang berjalan.

BACA JUGA :   IIW 2017,Pemerintah Ajak Swasta Berperan Aktif

“Jadi strateginya marketing dengan berinteraksi langsung dengan para calon untuk meyakinkan produk properti yang ditawarkan.  sehingga si calon pembeli dapat diajak ke lokasi proyek untuk merasakan pengalaman/ experience langsung seperti apa kelebihan dan keuntungan yang akan didapat jika membelinya,” paparnya.

Sementara untuk menjaring calon pembeli, lanjutnya dapat dengan melakukan pameran dilokasi terdekat calon pembeli tinggal. Tanpa harus meninggalkan aktivitas marketing.

Disisi lain, hubungan dengan para awak media, tetap harus dibina. Karena media inilah yang akan menyampaikan bagaimana progres pembangunan berjalan, informasi mengenai kegiatan promosi yang sedang dijalankan.

“Idealnya, kebersinambungan pemberitaan setiap bulannya tetap berjalan. Hal ini dimaksudkan bahwa produk properti yang sedang dipasarkan masih eksis,” ujar ayah dari Gibran Jafin Javasena Widodo.

Terakhir dan menjadi bagian terpenting dalam kegiatan branding sebuah produk properti, yakni kemampuan tim sales penjualan. Tim ini harus benar-benar dapat mengkomunikasikan langsung dengan baik ke konsumen. Terutama mengenai keunggulan produk yang ditawarkan.

BACA JUGA :   PT Bhakti Bumi Mandiri Kembangkan Bumi Indonesia

“Agar tercipta sales yang bagus harus sering diadakan coaching ataupun training mengenai produk apartemen yang ditawarkan secara mendetail. Termasuk memberikan motivasi yang rutin diberikan serta pemberian reward bagi mereka yang berhasil,” ujarnya.

Sejumlah pengembang properti di Indonesia telah menerapkan cara branding seperti ini, salah satunya apartemen Cimanggis City milik PT. Permata Sakti Mandiri yang berlokasi di Kota Depok dan apartemen Sentra Timur Residence milik KSO Perumnas-PT. Bakrie Pangripta Loka di Jakarta Timur.

Check Also

39 Bank Pelaksana Yang Ikut PKO, Hanya 18 Bank Salurkan FLPP Lebih Dari Kuota

RUMAH RAKYAT – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyalurkan subsidi untuk membantu meningkatkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit Edisi Terbaru

Majalah Property&Bank
Edisi. 161

Pesan Sekarang!
close-link