Thursday , November 26 2020
Home / Breaking News / Lippo Group Yakin Bisnis Properti Pulih, WIKA Masih Tertekan Karena Covid-19

Lippo Group Yakin Bisnis Properti Pulih, WIKA Masih Tertekan Karena Covid-19

jakarta
Gedung perkantoran di Jakarta

PROPERTIPT Lippo Karawaci Tbk., optimis bisnis properti secara bertahap telah pulih sehingga dapat memperbaiki kinerja perseroan secara konsolidasi. CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan, kinerja perseroan pada kuartal ketiga tahun ini berhasil didukung oleh lini bisnis properti dengan total marketing sales sebesar Rp1,2 triliun, atau tumbuh 304 persen secara year on year (yoy).

“Meski pendapatan berulang kami terganggu oleh pandemi covid-19, kami telah melihat bahwa bisnis properti perlahan lahan telah pulih dan mendekati normal,” ujar John seperti dikutip dari keterangan resminya, Senin (02/11/2020).

BACA JUGA :   BEX Asia dan MCE Asia 2016 Kembali Digelar

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten berkode saham LPKR itu membukukan pendapatan sebesar Rp8,58 triliun pada kuartal III/2020. Nilai itu naik tipis 0,24 persen yoy, dari sebelumnya sebesar Rp8,56 triliun. LPKR juga melaporkan kenaikan EBITDA pada kuartal III/2020 sebesar 75,6 persen yoy menjadi Rp1,58 triliun dari Rp902 miliar pada kuartal III/2019.

Manajemen Lippo Karawaci menjelaskan perbaikan kinerja lini bisnis itu didukung pertumbuhan pendapatan yang kuat dari Cikarang, pengakuan pendapatan untuk serah terima di tower Hillcrest dan Fairview di Lippo Village, dan penjualan persediaan.

BACA JUGA :   Intiwhiz Resmikan Hotel ke 21 Di Kota Malang

Sementara itu, pendapatan di lini bisnis Real Estate Management & Services menunjukkan penurunan sebanyak 10,2 persen pada kuartal III/2020 menjadi Rp6,15 triliun dari Rp6,85 triliun pada periode yang sama tahun lalu, seiring dengan kondisi yang menantang akibat pandemi Covid-19.

“Kasus baru Covid-19 yang terus meningkat di Indonesia pada kuartal III/2020 menyebabkan penutupan hotel yang berkepanjangan, pengunjung mall yang lebih sedikit dari yang sebelumnya diperkirakan, dan lebih banyaknya dilakukan penanganan Covid di lini bisnis rumah sakit, daripada pasien bisnis inti,” jelas John.

Saham WIKA Tertahan
Sejumlah analis merekomendasikan tahan saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. setelah perseroan mengumumkan penurunan pendapatan dan laba per akhir kuartal III/2020. Analis Ciptadana Sekuritas Asia Arief Budiman mengatakan, pencapaian kontrak baru emiten berkode saham WIKA, bakal menjadi sentimen negatif bagi pergerakan harga saham perseroan.

BACA JUGA :   18 Perusahaan Calon Emiten di Pipeline IPO, Tiga Emiten Dari Sektor Properti

Di sisi lain, anggaran infrastruktur dari pemerintah yang lebih tinggi 47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada 2021 senilai Rp414 triliun serta rencana pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) diharapkan mampu menjadi katalis positif. “Pendapatan bisa turun terus [bahkan menyebabkan kerugian] jika kontrak baru tidak bisa pulih signifikan pada 2021,” tulis Arief. dalam riset yang dipublikasikan lewat Bloomberg, seperti dikutip Selasa (03/11/2020).

Arief menuliskan WIKA tampak kesulitan mendapatkan kontrak baru pada tahun ini karena pengerjaan beberapa proyek dihentikan sementara. Penghentian pembangunan tersebut bukan tanpa alasan karena pemerintah menerapkan pembatasan sosial untuk menahan laju penyebaran Covid-19. Pada periode sembilan bulan pertama tahun ini, WIKA membukukan kontrak baru senilai Rp6,84 triliun per September 2020 atau turun 73 persen yoy.

BACA JUGA :   Optimalkan Dana IPO, Triniti Land Incar Marketing Sales Rp900 Miliar

Dengan pencapaian tersebut, WIKA baru merealisasikan sekitar 32 persen dari target kontrak baru pada 2020 yang senilai Rp21,37 triliun. Sebelumnya, WIKA menyampaikan target laba bersih direvisi menjadi Rp208 miliar pada tahun ini atau lebih rendah sekitar 89 persen dibandingkan 2019. Adapun, pendapatan diharapkan mencapai Rp16,9 triliun pada tahun ini.

Analis CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Aurelia Barus menambahkan, kontrak baru yang didapatkan WIKA pada periode Januari – September 2020 merupakan yang terendah sejak 2010. Ia memperkirakan bisnis properti serta dana operasional yang tinggi, akan tetap menekan kinerja WIKA pada tahun ini dan 2021. “Ukuran kontrak WIKA biasanya dapat dibandingkan [setara] dengan PT PP (Persero) Tbk. dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk., tapi hasil [saat ini] di luar dugaan jauh lebih rendah,” tulis Aurelia. (Artha Tidar)

Check Also

Jelang Akhir Tahun, Paramount Land Raih Tiga Penghargaan Dari Event Berbeda

PROPERTI – Paramount Land berhasil meraih tiga penghargaan menjelang akhir tahun 2020 ini yaitu, Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link