Thursday , November 26 2020
Home / Indeks Berita / Terbitkan Bond Rp6,15 Triliun, Ini Rekomendasi Analis Untuk Saham ASRI

Terbitkan Bond Rp6,15 Triliun, Ini Rekomendasi Analis Untuk Saham ASRI

ASRI
Stand Alam Sutera di pameran properti (poto investor.id)

PROPERTI – Emiten properti PT Alam Sutera Realty Tbk. akan mencatatkan surat utang senilai total US$422,40 juta di Bursa Singapura. Nilai bond US$422,4 juta setara dengan Rp6,15 triliun dengan perhitungan kurs Jisdor pada Rabu (4/11/2020) di posisi Rp14.557.

Emiten berkode saham ASRI tersebut tak akan menerima hasil berbentuk tunai dari penerbitan obligasi ini karena manfaat yang diterima berupa penukaran Surat Utang 2021 dan Surat Utang 2022 sejumlah yang dicatatkan. Berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal 4 November 2020, ASRI mengumumkan perseroan telah menerbitkan dan menawarkan dua surat utang baru.

BACA JUGA :   Ditengah Wabah Corona, Kinerja Emiten BSDE dan SMRA Tetap Cemerlang

Surat Utang Baru 2024 ditawarkan dan diterbitkan senilai US$171,39 juta dan Surat Utang Baru 2025 senilai US$251 juta. Total dari penerbitan surat utang tersebut senilai US$422,40 juta itu setara dengan 60,97 persen dari total ekuitas laporan keuangan perseroan per 30 Juni 2020.

Adapun, kedua surat utang tersebut ditawarkan kepada investor di luar wilayah Indonesia dan di luar wilayah Amerika Serikat dengan tunduk pada aturan Regulation S berdasarkan Securities Act. ”Setelah terjadinya penukaran, Surat Utang 2021 dan Surat Hutang 2022 sejumlah yang telah ditukarkan tersebut dibatalkan,” tulis manajemen ASRI, pada Rabu (04/11/2020).

BACA JUGA :   Pengembang dan Tokoh Nasional Raih RCA 2017

Surat Hutang 2024 dan Surat Hutang 2025 ini dijamin dengan tanpa syarat dan tanpa dapat ditarik kembali oleh ASRI dan anak usahanya. Selain itu, jaminan juga diberikan berbentuk aset-aset tidak bergerak milik ASRI berdasarkan syarat dan ketentuan yang diatur dalam Indenture.

Adapun, penerbitan dua surat utang global ini sudah disetujui oleh pemegang saham ASRI melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Secara terperinci, Surat Hutang Baru 2024 menawarkan bunga 6 persen dari tanggal penerbitan hingga 2 November 2021, 8 persen dari tanggal tahun pertama hingga 2 November 2022, dan 11 persen dari tanggal tahun kedua hingga jatuh tempo pada 2024.

Untuk Surat Hutang Baru 2025 ditawarkan bunga sebesar 6,25 persen dari tanggal penerbitan hingga 2 November 2021, 8,25 persen dari tanggal tahun pertama hingga 2 November 2022, 11 persen dari tanggal tahun kedua hingga 2 November 2023, dan 12 persen dari tanggal tahun ketiga hingga jatuh tempo pada 2025.

BACA JUGA :   Saham IPO Kerap Sundul ARA, BEI Kaji Perubahan Sistem Auto Rejection

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony mengatakan restrukturisasi akan memperbaiki laporan keuangan ASRI karena beban utang yang akan jatuh tempo menjadi lebih panjang. “Sehingga kekhawatiran investor bahwa ASRI tidak dapat membayar utang jatuh tempo sampai di-suspend menjadi tidak ada,” kata Chris, Rabu (04/11/2020).

Chris juga menilai prospek ASRI hingga akhir tahun masih cukup menarik. Terlebih Alam Sutera baru saja meluncurkan proyek baru yang penjualannya terbilang masih cukup baik. Berdasarkan catatan Kontan, pada Agustus 2020, Alam Sutera meluncurkan proyek EleVee Penthouse & Residences.  Namun, target penjualan kemungkinan belum dapat dicapai meski terlihat ada pemulihan. Hingga semester I-2020 ASRI telah mencatatkan marketing sales sebesar Rp 1,4 triliun dari target Rp 2,5 triliun di tahun ini.

BACA JUGA :   Pilpres Usai, Investor Asing Segera Ramaikan Bisnis Properti Dalam Negeri

Di sisi lain, persediaan tanah (land bank) ASRI mulai menipis. Saat ini ASRI bekerja sama dengan pemilik lahan. Alam Sutera akan bertindak sebagai perusahaan yang akan membangun kawasan di lahan tersebut sembari mencari area potensial untuk dikembangkan lagi. “Jika dilihat secara valuasi ASRI saat ini tergolong murah dengan proyek dan prospek ke depan masih dapat di bilang cukup baik, sehingga menarik untuk di koleksi dengan target harga di area Rp 260,” ucapnya lagi.

Harga ASRI ditutup stagnan pada level Rp 156 pada perdagangan Selasa (03/11/2020). Adapun price to earning ratio (PER) tercatat sebesar -2,99 kali dan price to book value (PBV) 0,31 kali.   Sementara itu Sekretaris Perusahaan ASRI Tony Rudianto mengatakan, pihaknya tengah mengkaji soal rencana ekspansi ke depan. “Rencana pengembangan alam sutera tahun depan, masih menunggu hasil meeting annual plan 2021,” kata Tony, pada Selasa (03/11/2020). (Artha Tidar)

Check Also

Jelang Akhir Tahun, Paramount Land Raih Tiga Penghargaan Dari Event Berbeda

PROPERTI – Paramount Land berhasil meraih tiga penghargaan menjelang akhir tahun 2020 ini yaitu, Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 174

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link