Home / Breaking News / PPDPP Tegaskan SiPetruk Untuk Tingkatkan Kualitas Hunian, Apa Kata Pengembang?

PPDPP Tegaskan SiPetruk Untuk Tingkatkan Kualitas Hunian, Apa Kata Pengembang?

Diskusi virtual bertopik Memastikan Efektivitas SiPetruk dalam Penyediaan Rumah Rakyat Berkualitas

NASIONAL – Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berulang kali memastikan, Sistem Informasi Pemantauan Konstruksi (SiPetruk) tidak akan menghambat progres kerja pengembang.

Hal tersebut kembali ditekankan Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin dalam diskusi virtual bertopik Memastikan Efektivitas SiPetruk dalam Penyediaan Rumah Rakyat Berkualitas yang diselenggarakan Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera), Rabu (18/3). Dirinya menegaskan, SiPetruk bertujuan agar rumah subsidi buat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menjadi hunian yang berkualitas.

BACA JUGA :   Tingkatkan Nilai Investasi Aeropolis, Intiland Sudah Gandeng Empat Operator

SiPetruk merupakan aplikasi teknologi informasi yang dikembangkan oleh PPDPP guna memastikan kualitas hunian yang dibangun pengembang  efisien dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah dan uang subsidi bisa sampai ke masyarakat.

“Rumah subsidi tidak hanya bertumpu pada masalah kuantitas tetapi juga harus memastikan bahwa rumah yang dibeli oleh masyarakat  harus  berkualitas, dimanfaatkan dan dihuni dengan baik. Oleh karena itu  setiap rumah subsidi yang dibangun harus memenuhi ketentuan teknis bangunan, yaitu persyaratan kelaikan hunian yang meliputi keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan serta memenuhi persyaratan tata bangunan dan lingkungan, yang merupakan syarat dalam mewujudkan perumahan sehat dan berkelanjutan,” urai Arif.

BACA JUGA :   Woodland Residence, Hunian TOD Siap Huni

Di lapangan, lanjut dia, masih banyak dijumpai hunian dengan kualitas rendah. Oleh karena itu, ujar Arif, seluruh yang terkait harus melindungi MBR dengan memberikan kualitas rumah yang baik, terlebih lagi karena ada dana subsidi di dalamnya. Berbagai relaksasi yang sudah diberikan, tidak ditujukan untuk mengurangi kualitas hunian.

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin

“Karena itu, dalam misinya menggencarkan program membangun rumah berkualitas, maka pemerintah akan terus meyakinkan pengembang, perbankan dan stakeholder terkait, bahwa prosesnya tidak akan menghambat progres kerja pengembang perumahan di lapangan,” ungkap Arif.

BACA JUGA :   Salurkan FLPP Rp11 triliun, PPDPP Minta Pengembang Monitor Kualitas Rumah

Direktur Operasi PPDPP Martanto Boedi Joewono menjelaskan penggunaan teknologi informasi lewat aplikasi yang digunakan PPDPP sejatinya hanya satu, yaitu SiKasep (Sistem informasi KPR Subsidi Perumahan). Namun, SiKasep di dalamnya memiliki beberapa fitur. Salah satunya adalah SiPetruk.

Cara kerja SiPetruk adalah dengan memeriksa kelayakan hunian yang dibangun oleh para pengembang. Secara teknis, Manajemen Konstruksi (MK) akan berkunjung ke lapangan sesuai dengan pengajuan pemeriksaan dari para pengembang perumahan yang berpedoman dari siteplan digital yang diajukan para pengembang melalui SiKumbang (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang).

Dari pemeriksaan tersebut, MK akan memberikan laporan penilaian yang terhubung langsung dengan sistem PPDPP. Jika dinyatakan layak huni, maka secara otomatis daftar rumah tersebut akan muncul di SiKasep untuk dapat dijual kepada masyarakat.

“Para pengembang hanya tinggal memantau saja sebagai pengguna. Tidak perlu membutuhkan pelatihan khusus bagi pengembang. Kami menggunakan Artificial Intelegency (AI) atau kecerdasan buatan. Jadi tim hanya melakukan pengambilan dokumentasi saja” terang Martanto.

BACA JUGA :   Gandeng G3 Projects, Crown Group Siapkan Proyek Pertama di Melbourne

Menanggapi mengenai SiPetruk, kalangan asosiasi pengembang secara umum mendukung rencana penerapannya dengan berbagai syarat dan catatan. “Kami meminta pemerintah menyederhanakan aplikasi tersebut dan fokus pada tujuan awalnya untuk pengawasan konstruksi,” ujar Wakil Ketua Umum Koordinator DPP Realestat Indonesia (REI) Moerod.

Dirinya mencontohkan dari ujicoba aplikasi SiPetruk di salah satu proyek perumahan di Sentul, Bogor, pada awal Februari lalu terungkap bahwa ada sekitar 120 item yang harus diisi pengembang di aplikasi SiPetruk. Hal itu terkesan rumit dan menyulitkan bagi pengembang terutama di daerah. Oleh sebab itu, REI meminta agar SiPetruk difokuskan pada pengawasan konstruksi yang inti-inti saja seperti pondasi dan tulang-tulang besi.

rumah
Rumah sederhana tetap harus berkualitas

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah juga mengingatkan PPDPP untuk benar-benar menyiapkan teknologi dan sumber daya manusia yang memadai di seluruh Indonesia sehingga SiPetruk tidak justru menjadi penghambat realisasi KPR bersubsidi.

“Jangan sampai ketika sudah menuju akad KPR ternyata teknologi di PPDPP ada kemacetan dan error. Karena satu hari saja masalah teknologi ini terjadi berdampak kepada pengembang dan bisa menjadi persoalan hukum karena dituntut konsumen dan supplier,” kata Junaidi yang belum lama kembali terpilih memimpin Apersi hingga empat tahun kedepan.

BACA JUGA :   Kawasan Labuan Bajo Terus Ditata Menjadi Destinasi Wisata Premium

Sedangkan Ketua Umum DPP Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), Endang Kawidjaja mengatakan SiPetruk membantu pengembang menjaga kualitas rumah. “Namun perlu juga mempertimbangkan kendala yang ada sehingga sebaiknya diberikan waktu transisi dalam penerapan aplikasi SiPetruk,” ujar Endang.

Ketua Umum DPP Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Appernas) Jaya, Andre Bangsawan mengatakan aplikasi SiPetruk jangan menjadi penghambat pembangunan konstruksi dan pekerjaan pengembang.“Penggunaan teknologi sangat baik dan ini merupakan prestasi. Karena konsumen sekarang ini bukan lagi hanya objek, tetapi kualitas juga menjadi prioritas pengembang,” ujar Andre.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas) Muhammad Syawali menilai bahwa  aplikasi SiPetruk akan membuat pengawasan menjadi lebih efektif, akuntabel, dan efisien. Dari analog menjadi digital sehingga bisa lebih baik. “Semoga aplikasi SiPetruk bisa dijalankan dengan baik sehingga masyarakat bisa mendapatkan rumah yang berkualitas,” ujar dia.

BACA JUGA :   GreenHub Tawarkan Kantor Hemat di Jakarta

Kebutuhan Tenaga Konstruksi Tinggi
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana mengatakan kebutuhan tenaga ahli konstruksi sangat besar. Saat ini masih ada gap yang cukup jauh antara tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat dan yang tidak bersertifikat.Ada kekurangan tenaga kerja konstruksi dan tenaga ahli manajeman konstruksi tersertifikasi yang berfungsi sebagai pengawas pembangunan.

“Ini sebuah tantangan besar. Pemerintah akan terus melakukan pelatihan dan sertifikasi, bekerjasama dengan perguruan tinggi dan LPJK, sehingga bisa menghasilkan pengawas pembangunan perumahan yang berkualitas. Dengan begitu masyarakat bisa mendapatkan rumah yang sesuai standar dan aman,” ujar Dewi Chomistriana.

Kepala Divisi Subsidized Mortgage Lending Division PT Bank Tabungan Negara Tbk,  Mochamad Yut Penta menjelaskan ada beberapa dukungan Bank BTN dalam pemenuhan kualitas hunian. Antara lain dukungan kerja sama.

“Bank BTN melakukan screening dan penilaian terhadap marketabilitas proyek perumahan, legalitas proyek perumahan, perizinan bangunan gedung dan kompetensi pengembang,” kata Yut Penta.

BACA JUGA :   BRI Indocomtech 2016 Menjawab Kebutuhan TIK

Lalu dukungan penjualan dengan memastikan spesifikasi rumah dan PSU yang dijual telah sesuai dengan PKS yang telah disepakati, pemrosesan dan analisa kredit, persetujuan dan akad kredit, dan monitoring serta pembinaan.

“Jumlah unit yang banyak dan paperwork yang kompleks membutuhkan proses verifikasi yang berbasis digital agar efisien seperti aplikasi SiPetruk. Teknologi geo tagging dapat menjadi pilihan untuk mengantisipasi jangkauan lokasi yang luas. Aplikasi bagi pengguna diharapkan berbasis low code solution dan user friendly,” papar dia.

BACA JUGA :   Avenue Residences Resmikan Marketing Gallery

Bussines Development Head PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, Harya Narendra mengatakan, pihaknya sangat mendukung aplikasi SiPetruk karena akan sangat membantu SMF. Pasalnya, SMF tidak hanya mendukung dari sisi pendanaan tetapi juga monitoring bersama BLU PPDPP dan perbankan.

“Dengan begitu SMF bisa memastikan bangunan layak huni, sesuai spek, tepat sasaran, berkualitas, aman, dan sehat,” pungkas Harya Narendra.

Check Also

Bukukan Laba Bersih Ciputra Development Bagi Dividen Rp157,5 Miliar

PROPERTI : Perusahaan properti PT. Ciputra Development Tbk, Kamis 29 Juli 2021, melakukan Rapat Umum …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Telah Terbit

MAJALAH
PROPERTY&BANK
EDISI 180

Klik Disini
Dapatkan Versi Digital Majalah Property&Bank Di Playstore Dan IOS.
close-link